Talak Satu untuk Motorola
Warga New York tumpah ke jalan-jalan. Mereka menyerukan aksi boikot terhadap produk-produk Motorola. Mereka menganggap perusahaan ini menyokong praktek-praktek apartheid israel terhadap warga Palestina.
“Kami ingin menyadarkan publik akan keterlibatan Motorola dalam kejahatan perang yang dilakukan israel. Kami menyerukan boikot massal sebagai bentuk tekanan publik hingga perusahaan ini mengakhiri kemitraannya dengan israel,” seru Lubna Ka’abneh, juru bicara The New York Campaign for the Boycott of Israel (NYCBI).
Dengan bersemboyankan, “Selamat tinggal Motorola! Selamat tinggal Apartheid,” masa pemrotes melakukan aksi di depan kantor Motorola di kawasan Brooklyn.

Berbasis di Schaumburg, Illinois, Motorola merupakan sebuah perusahaan telekomunikasi dan perangkat lunak kelas dunia. Perusahaan ini memproduksi telepon seluler dan perlengkapan infrastruktur jaringan nirkabel.
“Melalu aksi ini, kami ingin menyumbangkan suara terhadap suara-suara dari orang di seluruh dunia yang menuntut kesetaraan dan keadilan,” tutur Ryvka Bar Zohar, seorang anggota NYCBI.
“Motorola menyuplai militer Israel dengan perangkat WASS (Wide Area Surveillance System), peralatan radar, dan kamera thermal untuk mengamati mobilisasi warga Palestina,” jelas Ka’abneh.
Perangkat WASS buatan Motorola ini dipasang di sekeliling koloni israel dan sepanjang tembok apartheid yang dibangun israel di Tepi Barat. Padahal pada 2004, pengadilan internasional memvonis keberadaan tembok apartheid sepanjang 900 km ini sebagai sebuah aktivitas yang ilegal.
Tidak hanya itu, Motorola juga terlibat dalam pembuatan bom curah, bom penghancur bunker dan berbagai peledak ilegal yang digunakan militer israel. Pihak israel menjatuhkan tidak kurang dari satu juta bom curah ke Libanon selatan selama perang 2006 dan menggunakan fospor putih selama perang Gaza, yang membunuh tidak kurang dari 1350 warga sipil.
(iqna.ir)
2 April 2009 pada 17:16
talak 1 untuk motorola
talak 2 untuk KFC
talak 3 untuk starbucks, dan sluruh produk yg menyokong zionis yahudi