Shahifah al-Kamilah as-Sajjadiyah Menembus Thailand

Setelah melalui upaya tak kenal lelah selama satu setengah tahun, akhirnya Shahifah al-Kamilah as-Sajjadiyah, sebuah kompilasi doa dari Ali as-Sajjad, selesai dialih-bahasakan ke dalam bahasa Thailand oleh Syeikh Ghulam Ali, seorang ulama Thailand. Lahir di Thailand, Syeikh Ghulam Ali menimba ilmu di kota Qum, Iran, pada tahun-tahun pertama ketika terjadinya revolusi Islam Iran 1979. Di Qum, beliau belajar di bawah bimbingan ulama terkemuka Iran, Ayatullah Mar’asyi Najafi.
Ketika ditanyakan kepadanya mengapa beliau memilih kompilasi doa ini sebagai obyek terjemahannya, Imam masjid ini menjawab bahwa Budhisme, agama formal warga Thailand, penuh dengan nilai-nilai hikmah, sehingga beliau merasa perlu untuk mengalihbahasakan kompilasi doa ini.
Menanggapi langkanya referensi-referensi tentang Islam di Thailand, beliau menambahkan, “Referensi-referensi Islam sangat langka di Thailand. Umat Islam tidak mengetahui banyak tentang ahl al-bayt, khususnya Ali ibn Husein.” Beliau merasa berkepentingan mengenalkan permata ini kepada komunitas Islam dan bahkan kepada non-Muslim sekalipun di negaranya.
Shahifah al-Kamilah as-Sajjadiyah (Lembaran-lembaran Kesempurnaan sang Ahli Sujud) merupakan sebuah kompilasi doa yang didawamkan seorang kekasih Allah, Ali ibn Husein ibn Ali ibn Abi Thalib. Untaian bait-bait doa di dalamnya begitu indah dan puitik layaknya lantunan doa Daud a.s. Oleh karena itulah, ulama menyebut Shahifah al-Kamilah as-Sajjadiyah sebagai Zabur keluarga Muhammad.
(iqna.ir)
Like this:
Masukan ini dipos pada 10 Maret 2009 18:28 dan disimpan pada Akhbar . Anda dapat mengikuti semua aliran respons RSS 2.0 dari masukan ini Anda dapat memberikan tanggapan, atau trackback dari situs anda.